Tag: ikhlas

Ketika Allah Meminjamkan MilikNya…

.

Ketika Allah Meminjamkan MilikNya…

 

Dengan usia yang bisa dibilang tidak muda, aku berbisik dalam hati…..

“Ya Allah, kalau memang Engkau berkenan, izinkanlah kami menambah 1 orang bayi mungil dalam keluarga kecil ini.”

 

Doaku dan suamiku terpanjat khusyu’ di padang Arafah setahun lalu.
Sore itu air mata menetes di pipi kami, memohon kebaikan Allah untuk mengijabah doa yang terucap.
Teriring pula dengan doa dari segenap keluarga, sahabat dan teman2 tersayang.

 

Dan beberapa bulan kemudian…. ketika Allah kemudian berkenan,
kata2 penuh syukur terucap tulussss dari mulut mungil Abigail, sang calon kakak….

 

Pap : “Abby… bangun nak… (berbisik ke telinga Abby)… Abby… ayoo bangun yuuk…
Alhamdulillah … Abby mau punya ade’…. (nunggu reaksi ..)”
 
Abby : “ Hmmmm…. (sambil kedip2 kucek2 mata ).. Iya pap..??? aku mau punya ade? … mammie hamil ??? (posisinya sudah duduk tegak, sambil pasang wajah sumringah…)
 
Pap : “Iya by, alhamdulillah… abby seneng ‘nggak ?”
 
Abby : “aku seneeeng bangeeet….”
.

Sujud syukur kami dan doa terucap di setiap sholat, untuk makhluk kecil yang sedang bertumbuh di rahimku. Elusan sayang, sapaan, ijin, doa selalu terucap untuk nya dari kami bertiga dan juga keluarga dan teman2..

Rutinitas usg setiap bulan, jadi kegiatan yang ditunggu2 selalu. Kakak abby pun ‘nggak pernah absen ikut ke ruangan… bahagiaaa bangeeet rasanya lihat raut wajah suami dan anakku ketika mendengarkan degup jantung dan pergerakan baby mungil dalam perutku… subhanallah…. puji syukurrrr kami…

SYLVIRA_2

Alhamdulillaah… sederetan tes sudah dilakukan dan memasuki usia 6 bulan kehamilan, perkembanganku dan bayiku baik, hanya kadar air ketuban yang harus ditambah… dan… jenis kelaminnya yg tak kunjung terdeteksi (baca: malu2 atau mau kasih kejutan mungkin ya de’)

 

Kemudian……

Siang itu… sekitar jam 2, … dimulailah babak baru kami….

 

Rasa sakit di sekujur tubuhku yang tiba2… membuat badanku keringat dingin hingga basah kuyup… duduk ‘nggak bisa, berdiri ngggak enak, dibawa jalan pun ‘nggak nyaman…. rasanya entah ada yang salah di badan … tapi ‘nggak jelas juga apanya yg sakit…

siang itu aku diantar  kakak iparku ke rumah sakit…
usg menunjukkan baby ku masih baik2 di perut.. alhamdulillaah…
tapi rasa sakit di sekujur badanku rasanya hampir tak tertahankan… istighfar ku mengiringi setiap rasa …
Alhamdulillah setelah diberikan painkiller, aku bisa merebahkan badan dengan tenang…. tes darah pun dilakukan…

 

Malam itu terdeteksi…

SGOT dan SGPT ku diatas 400 (normalnya dibawah 50), ini mengacu ke fungsi lever…
HB ku rendah sangat
Trombosit drop
Tensi darahku yang tiba2 tinggi .. 170/100 (padahal normal ku maksimal 110/80, dan sampai cek kehamilan terakhir pun tensiku masih normal).

 

Internist pun melakukan usg untuk melihat fingsi liver, ginjal dan beberapa organku malam itu, sekitar jam 11. Alhamdulillaah sekali lagi, baby ku masih sehat, fungsi liver baik, empedu baik, hanya ada beberapa bulir2 kecil di ginjal, yg kemungkinan menyebabkan kesakitanku siang itu.
Tapi beliau juga bilang bahwa ukuran butirannya keciiiilll, dan rasanya ‘nggak mungkin bikin rasa sakit yg amat sangat seperti yg aku alami. Hal ini juga diafirmasi oleh dr yang datang keesokan harinya. Dengan menambah kadar minum air putih, insyaallah masalah ini teratasi.

Keesokan harinya, keluarga dan sahabat2 ku pun sudah bisa melihat keadaanku yg membaik.. rasanya mau cepet pulaaaang…. kasiaaan Abigail di rumah…

Tapi sore itu, aku mengalami flek lalu pendarahan….
suster kemudian membawaku ke ruang dokter untuk usg…..
Ketakutanku rasanya pasti samaaaa dengan semuaaa ibu yg sedang hamil..
Doa ku juga rasanya pasti samaaaaa….
“Ya Allah kuatkan dan sehatkan bayiku….”
“Ya Allah kuatkan….”
“Ya Allah kuatkan….”
“Yang kuaaaaat ya Nak….”

Dokter kemudian melakukan usg….
wajah pucat, panik dan pasrah suamiku rasanya tak tergapai….
ya Allah….
degup jantung bayiku hanya sekejap2…. dan lalu menghilang……
gambar di layar monitor usg pun tak bergerak….

sederetan penjelasan dokter untuk menenangkanku saat itu…. bagaikan kilat yg tiba2 menyilaukan….

tak banyak yang aku tangkap setelah itu… dokter menjelaskan bahwa suspect nya aku mengalami Acute Fatty Liver… (entah apa artinya Acute Fatty Liver ini…. saat itu aku sama sekali ‘nggak faham) dan baby mungil di rahimku tak bisa tertolong..  dokter pun berembuk dengan suami dan keluargaku untuk mengambil langkah selanjutnya…

.

Innalillaahi wa inna ilaihi roojiuun…
Allahku yang Maha Baik… yang Maha Penyayang…
Jika ini kehendakMu…
apa yang bisa aku lakukan..?? selain berpasrah padaMu…
Aku kembalikan milikMu…

.

 

Why me….?
ini yang sempat terbersit olehku…. Why me….?

 

Astaghfirullaah…. Maafkan aku kalau sempat meragukanMu ya Allah….
tapi sedihku……
rasanya masih belum puassss menyapa baby mungil ini setiap pagi, walau hanya dengan bisikan, balaian dan doa…

 

Ya Allah….
jika ini kehendakMu….

 

Malam itu aku diinduksi untuk bisa mengeluarkan babyku tanpa tindakan operasi, karena Acute Fatty Liver ini kemudian menyebabkan kondisi pre-eclampsia (yg ditandai dengan tingginya tekanan darah dan kenaikan jumlah protein dalam urin).

Sampai 2 hari ke depan, tindakan induksi, balon, dan pemberatpun belum membawa hasil… bukaan ku hanya 4-5 cm… Oh my dear baby … pastinya engkau masih ingin mammie peluk dalam perut yaaaa…. masih ingin mammie ajak ngobrol … bareng kakak juga yaaa..?? …. air mata mammie untukmu nak….. peluk mammie slaluuuu…..

 

ya Allah….
serah diriku sepenuhnya….
Ikhlaaasssss ku atas segala kehendakMu
Jadikan sakitku ini sebagai peluntur dosa2ku…..

Doa dan support yang tak putus2nya dari suamiku, keluargaku dan sahabat2 yang datang memberi semangat untuk berjuang, memberikan kekuatan yang teramat sangat aku butuhkan.

Ruang ICU seakan terus diisi dengan doa dan semangat.

 

 

Malam itu aku berdoa…

di kamis malam…

dengan lelah dan sakitku….

ditemani suara desah nafas suamiku yang tertidur di kursi di sisi tempat tidurku…

di antara suara monitor data yang terhubung dengan bermacam selang dan infus ke tubuhku…

di antara semangatku berjuang dan kepasrahanku sudah….

.

“Ya Allah… aku ikhlassssss…..
Ikhlas atas semua kehendakMu
Aku Yakin Engkau pastiiiii punya rencana yang indah dibalik semua ini.,
Maafkan segala dosa dan khilafku…
Jadikan sakitku sebagai peluntur dosa2ku..
 
Kalau memang Engkau masih mengijinkan,…
beri aku kesempatan untuk menemani suamiku membesarkan abigail…
beri aku kesempatan untuk berbakti dan membahagiakan orang tua ku…
beri aku kesempatan untuk membalas kebaikan dan membahagiakan teman2 dan sahabat2ku…
beri aku kesempatan untuk jadi manusia yang penuh ibadah, penuh taat dan penuh manfaat buat semakiiin banyak orang…
Maafkan kalau aku terus meminta…. memohon… dan menangis kepadaMu…
karena hanya kepadaMu aku bisa memohon….”

 

lalu aku letakkan kedua tanganku di atas perutku….
aku peluk almarhum baby mungilku dalam rahimku…

dan aku berbisik…

 

“De’….
Mammie sudah ikhlasssss Nak…
Mammie ikhlass sayang….
Mammie sayaaaang bangeeet ade’…
 
Besok kan hari Jum’at ya Nak… insyaallah ade’ bisa disholatkan di mesjid yaaaa…
Hari berkah, banyaaak yang doa in ade’….
Yuuuk… bismillah ya de’…. bantu mammie…. kita berjuang sama2 ya…”

Lalu aku terlelap dalam lelah dan kepasrahanku….

 

 

Tapi Jum’at pagi….

team dokter masih harus memonitor keadaanku, untuk dilanjut induksi final…

 

Selepas sholat jum’at…

Allah memberikan ijinNya…

kami berdua berjuang…. disertai doa yang tak henti2nya dari keluarga dan sahabat2ku semua…

Alhamdulillah…Allah kuatkan aku….

terlahir seorang bayi laki2 mungil… yang sudah disambut di tanganNya… kembali kepadaNya….

Selamat jalan bayi mungilku sayang….  Sebesar apapun sayang kami, mammie yakin Allah jauh lebih sayang… dan Allah lah tempat kita kembali… Tunggu mammie di surga Allah ya Nak…

afetus-in-gods-hands

.

Subhanallah….. baru terpikirkan olehku….

ternyata ade’ mau disholatkan di rumah kita yaaa…. (bukan di mesjid),

di kafankan dan diiringi doa kakak Abby…. didoakan oma, opa, pa’de, bude, dan kakak2 sepupu2mu….

Alhamdulillaah…

kenanganmu menjadi penguat kami semua…

.

Tunggu kami di pintu surga ya Nak….

Mammie, pappie dan kakak Abby bersyukur karena Allah telah meminjamkan mu selama 6 bulan 2 minggu yang penuuuuh keceriaan, berkah dan syukur… walau hanya dalam ucap dan doa kami…

Doa kami selalu teriring buatmu….

 

Terimakasih Allah atas pinjamanMu

Aku kembalikan dengan ikhlas apa yang menjadi milikMu dan kehendakMu..

Life sky 1

in memoriam of baby Muhammad Rasha Aditya

4 Oktober 2013