Sang Penjual Peuyueum

Sang Penjual Peuyeum

 
.
Siang iniiiiii
Di bawah teriknya matahari…
.
-Keringat menetes di 2 sisi wajah letihnya
-Kaki yang beralas sepatu usang, diselonjorkan ke depan
-Dua tangan yg gemetar lalu merogoh saku kanan celana panjang abu2 nya…
-beberapa lembar mata uang diluruskan sambil berhitung
-sorot mata letihnya
-gemetar tangan kokohnya
-letih lunglai pundaknya
Sang penjual peuyeum / tape singkong itu pun bersandar di batang pohon rindang di sisi trotoar komplekku
.
-matanya dipejamkan sebentar
(Mungkin untuk melupakan letihnya, bebannya dan rasa lapar hausnya)
-Kuhentikan mobilku didekat beliau ….
Air mata ku tak bisa berhenti menetes…
.
.
Heniiiing ….
Sorot mata beliau…
Suara paraunya berucap:
“jazakallahu khairan …”
dan dalam hatiku pun berucap untuk beliau: “wa iyya kum”
.
500 meter di depan, kuhentikan mobilku,
meweeeekkk yang pasti…..
(mendung2 pasang cengdem supaya orang ‘nggak bingung liat ibu2 nangis di mobilnya yg masih nyala di pinggir jalan)
.
This is not the 1st time, yes it’s not
I’m just too mellooowww, yes I am
But this time..
I wanna share my tears ..
.
Teman2 …
Banyaaaak sekali yg masih dan bisa kita perbuat untuk mereka
Zakat dan sedekah yg mungkin tak seberapa artinya buat beberapa orang makmur, bisa menjadi penyambung seorang bapak tadi yg mungkin harus menghidupi beberapa sanak keluarganya
.
Sama sekali tidak terbersit niatan menggurui atau mencontohi
aku pun hanya seorang manusia yg penuh dengan khilaf pula, semoga menjadi pengingatku untuk selalu bersyukur atas setiap nafas dan setiap rezeki…
.
Jangan pernah menyia2kan akal dan raga kita untuk ‘hanya’ sekedar menjalani hidup,
Tapi
Isilah usia kita yang amat sangat terbatas dengan sepenuh2nya GUNA bagi semakin banyak orang
.
#Terima kasih Allah untuk pelajaran Mu hari ini#
-masih dari parkiran les-

.

Belajarku hari ini dari seorang Bapak Penjual Peuyuem

Random Image
Nama
Email
Telp

5 comments on “Sang Penjual Peuyueum

  1. Dewi says:

    tears in my eyes too…hope always giving n giving n giving…all the time….

  2. iraadity says:

    insyaallah mbak Dewi….
    Selalu ada rezeki mereka yg dititipkan melalui tangan2 kita.
    yuuuk #muliakan tangan di atas#

  3. insya Allah..

    saya juga lebih suka memberi orang seperti mereka,, ketibang kepada peminta-minta.. ada kesenangan tersendiri jika kita bisa membuat mereka senang, walaupun tak dapat banyak membantu..

  4. alkatro says:

    menolong orang lain, sm saja menolong diri sendiri..
    hidup adalah cermin, kt om bimbo :D
    makasih sharenya ukhti

  5. alamendah says:

    Saya selalu salut kepada mereka-mereka yang tetap berkeyakinan bahwa Allah akan senantiasa membagikan rejeki kepada mereka selagi mereka mau berikhtiar. Salut juga kepada orang-orang yang menghargai usaha dan jerih payah mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>